Kencing Berdiri Atau Duduk ?

22Jan10

kencing

(Alhamdulillah Islam telah mengajarkan semuanya, bahkan posisi kencing pun). Tidak ada aturan dalam syari’at tentang mana yang lebih utama, kencing sambil berdiri atau duduk, yang harus diperhatikan hanyalah bagaimana agar dia tidak terkena cipratan kencingnya. Seperti apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan.

“Maksudnya : Lakukanlah tata cara yang bisa menghindarkan kalian dari terkena cipratan kencing”.

Dalam hadits Hudzaifah bahwa Rosululloh pernah buang air kecil.. sambil berdiri di tempat sampah suatu kaum (hadits riwayat Bukhori Muslim), dan beliaupun mungkin pernah buang air kecil dengan cara lain.

Selain tidak ada bagian tubuhnya yang terciprati air seninya, boleh buang air kecil sambil berdiri bila memang diperlukan. Selama tempatnya tertutup dan tidak ada orang yang dapat melihat auratnya.

Akan tetapi yang afdhal tetap buang air kecil dengan duduk. Karena itulah yang lebih sering dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Agar lebih dapat menutupi aurat dan lebih jarang terkena cipratan air seni.

Intisari:
Tanya Jawab dengan Syaikh Al-Albani, Ibnu Baaz, Sholih Fauzan
(semoga Alloh merahmati mereka semua)
almanhaj.or.id

:: Artikel Selesai ::

About these ads


No Responses Yet to “Kencing Berdiri Atau Duduk ?”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: